DONGENG ONLINE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT BACA DI ERA PANDEMI COVID-19

Semenjak diumumkan adanya pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto, muncullah tatanan baru dalam kehidupan bersosial. Hal ini berdampak pula terhadap pelayanan perpustakaan. Jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Kota Mojokerto semakin menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur untuk berupaya dalam meningkatkan minat baca masyarakat khususnya anak-anak di masa pandemi dalam mengatasi kebosanan mereka selama belajar dari rumah. Mengingat adanya efisiensi anggaran akibat penanganan COVID-19, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto menggunakan fasilitas dan peralatan yang ada memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan minat baca masyarakat dengan membuat kegiatan dongeng online yang ditayangkan melalui Instagram dan Facebook. Disinilah Dolen Komo (Dongeng Online Kota Mojokerto) terlahir, tepatnya pada hari Rabu, 2 September 2020. Dalam pelaksanaannya, seluruh pegawai dilibatkan dengan tugas masing-masing, diantaranya ada yang menjadi penulis naskah, sutradara, kameramen, dekorator, narator, pembuat poster dan pemain boneka tangan. Cerita yang disajikan oleh Dolen Komo bervariasi, dari cerita rakyat asal Mojokerto dan cerita anak yang mengandung pesan moral. Selain itu, agar semakin menarik minat para anak-anak, Dolen Komo selalu diakhiri dengan pemberian kuis berhadiah yang tanpa dipungut biaya sama sekali. Sebelum diluncurkannya inovasi Dolen Komo, pelayanan mendongeng hanya dilakukan sesuai dengan permintaan dari sekolah atau institusi untuk memberikan hiburan dan pembelajaran bagi anak-anak atau murid sekolah/institusi tersebut. Hingga saat ini, Dolen Komo memberikan dampak peningkatan jumlah pengunjung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di media sosial dan di perpustakaan umum. Inovasi Dolen Komo, selaras dengan slogan Pemerintah Kota Mojokerto, yakni Maju Melangkah, Ayo Berbenah dimana dalam bidang perpustakaan termasuk dalam kategori pendidikan. Karena dongeng merupakan media yang paling baik untuk mengajarkan bahasa dan literasi. Dongeng mengandung ungkapan bahasa yang eksploratif dan imajinatif, yang memungkinkan anak-anak berpikir, bercermin diri dan bertanya pada eksistensi dirinya, karena dongeng menyajikan keindahan dan renungan hidup. Dolen Komo menjadi salah satu inovasi di bidang perpustakaan. Dimana dengan adanya pandemi Covid-19, tidak serta merta dapat menghentikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sebagai pegiat budaya gemar membaca di Kota Mojokerto untuk tidak berkembang. Justru semakin tertantang untuk membuat suatu trobosan terbaru untuk dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian dapat melahirkan generasi penerus yang berbudaya gemar membaca.


Cecilia, S.IIP (2021)