Perkuat Strategi Literasi Berbasis Data, Dispusip se-Jawa Timur Gelar Koordinasi di Kota Mojokerto

Mojokerto — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Mojokerto bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Strategi Pembangunan Literasi berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur beserta perwakilan staf yang membidangi perencanaan, sebagai upaya menyusun langkah strategis peningkatan kinerja literasi daerah secara terarah dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 16–17 April 2026 di Kota Mojokerto, dengan rangkaian agenda yang meliputi pembukaan, penyampaian arahan kebijakan, pemaparan materi, diskusi, hingga sinkronisasi strategi peningkatan indikator kinerja kunci (IKK) urusan perpustakaan.

Pada sesi malam hari, kegiatan dilaksanakan di Gedung Sabha Mandala Tama/Madya Pemkot Mojokerto, diawali dengan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto, dilanjutkan arahan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, yang menyampaikan materi terkait penguatan strategi pembangunan literasi berbasis hasil pengukuran IPLM dan TKM 2025. Agenda dilanjutkan dengan diskusi dan sinkronisasi strategi peningkatan indikator kinerja kunci (IKK) urusan perpustakaan. Forum ini menjadi ruang kolaboratif bagi seluruh peserta untuk berbagi praktik baik, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan solusi dalam meningkatkan capaian literasi di masing-masing daerah.

Memasuki hari kedua, peserta juga mengikuti kegiatan studi pengembangan literasi ekonomi dan budaya melalui kunjungan lapangan ke beberapa lokasi unggulan di Kota Mojokerto, seperti sentra IKM, pusat grosir sepatu, Museum Gubug Wayang, dan Galeri Soekarno Kecil. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran implementasi literasi berbasis potensi lokal.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya kebijakan dan program perpustakaan yang lebih efektif, inovatif, dan berdampak nyata.

DItulis Oleh:

Cecilia Anantria C.K
Pustakawan Ahli Pertama