RADEN PANDJI SOEROSO, PAHLAWAN NASIONAL YANG DIKEBUMIKAN DI BUMI MAJAPAHIT

     Raden Pandji Soeroso merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 81/TK/1986. Tidak hanya itu, berkat jasa-jasanya dalam mengembangkan Perkoperasian Pegawai Negeri selama masa hidupnya, beliau dikukuhkan oleh Presiden Soeharto sebagai Bapak Koperasi pegawai Republik indonesia pada tahun 1979.

     Raden Pandji Soeroso lahir pada tanggal 3 Nopember 1893 di Porong, Sidoarjo. Beliau mulai menempuh pendidikan di HIS (Hollands Inlandse School) di Sidoarjo dan dilanjutkan ke sekolah guru (kweekschool) di Probolinggo selama 6 tahun, namun saat menjelang ujian akhir ia dikeluarkan dari sekolah tersebut karena memimpin pemogokan murid-murid sekolah yang tidak puas dengan Direktur Sekolah yang menghina bangsa Indonesia.

     Pada tahun 1913 R.P. Soeroso yang baru berusia 20 tahun telah aktif dalam berbagai organisasi pergerakan dengan menjadi Ketua Serikat Islam di Probolinggo. Hingga pada tahun 1919, beliau pindah dan menjadi Ketua Serikat Islam di Mojokerto (1919-1924) sekaligus merangkap jabatan locoburgemeester (wakil walikota). Gerakan yang dilakukan oleh R.P. Soeroso adalah upaya perbaikan ekonomi rakyat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Perjuangannya di tiga kota, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang fokus pada pemilik warung-warung yang akan digusur, perbaikan upah dan nasib pegawai pabrik, serta perbaikan nasib petani. Dalam catatan sejarah, banyak jasa yang telah dipersembahkan oleh beliau, antara lain menjadi wakil BPUPKI, lalu pada tahun 1945 menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah Pertama, di tahun 1950 sampai 1956 berturut-turut menjabat Menteri dalam Pemerintahan RI, seperti Menteri Perburuhan, Menteri Urusan Pegawai, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, serta Menteri Dalam Negeri.

     Perjuangan R.P. Soeroso di bidang perkoperasian dimulai saat beliau menjabat sebagai Menteri Sosial tahun 1952 dengan mendirikan Koperasi Pegawai di setiap instansi daerah. Lalu pada bulan tahun 1966, beliau terpilih sebagai Ketua Gerakan Koperasi Indonesia dan diangkat menjadi anggota MPRS mewakili Gerakan Koperasi.

     Dalam usia yang begitu lanjut, beliau masih berkiprah, mendidik, dan mempersiapkan kader anak bangsa, sampai wafat pada tanggal 16 Mei 1981 dan dimakamkan di Makam Pekuncen, Surodinawan, Kota Mojokerto.

 

Cecilia, S.IIP (2021)

Sumber: Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.2015.Pahlawan Nasional dari Jawa Timur. Surabaya.