SEJARAH SINGKAT LEMBAGA KEARSIPAN DI INDONESIA

    Lembaga Kearsipan di Indonesia memiliki sejarah panjang karena sejak awal berdirinya pada tahun 1925 lembaga ini yang disebut Landsarchief telah berkantor di sebuah gedung bersejarah hingga oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1992 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Penetapan bangunan ini sebagai cagar budaya karena memiliki nilai historis gedung yang dibangun pada tahun 1755 oleh De Klerk (seorang pedagang pada masa kolonial) sebagai rumah peristirahatannya sekaligus juga sebagai kantor. Dan pada tahun 1777-1780 saat De Klerk terpilih sebagai Gubenur Jenderal Hindia Belanda gedung ini dijadikan kediaman resmi pejabat tertinggi pemerintahan saat itu. Sebelum akhirnya secara resmi diambil alih kepemilikannya oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901 yang kemudian dijadikan Kantor Departemen Pertambangan selama hampir 25 tahun. Dan saat Indonesia merdeka gedung ini tetap menjadi kantor kearsipan. Saat ini gedung ini lebih dikembangkan lagi dengan adanya unit baru di Arsip Nasional RI yaitu Pusat Studi Arsip Kepresidenan yang salah satu kegiatannya membuat diorama kepresidenan yang dikerjakan secara multi years dan untuk saat ini baru ada diorama presiden pertama. Sehingga selain gedung ini sebagai tempat wisata karena merupakan gedung cagar budaya para pengunjung juga bisa melihat sejarah kepemimpinan bangsa Indonesia melalui arsip-arsip presiden yang ada yang akan disajikan baik bentuk diorama maupun dalam bentuk digital.


Penulis: Iswahyudi, S.Sos (2021)